Visitor

Senin, 03 April 2017

SAP IMUNISASI PADA BAYI KURANG DARI 9 BULAN RSUD HAJI MAKASSAR KEBIDANAN TERBARU

SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )


Pokok bahasan                        : Imunisasi
Sub Pokok Bahasan                : Manfaat pemberian Imunisasi
1.      Pengertian Imunisasi
2.      Manfaat Imunisasi
3.      Jenis – jenis imunisasi
4.      Efek samping setelah pemberian Imunisasi
5.      Jadwal pemberian imunisasi
Sasaran                                      : Ibu – ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 9 bulan.
Hari/tanggal                              : Jumat, 02 Oktober 2015
Tempat                                      : RSUD HAJI MAKASSAR
Pelaksana                                  : Mahasiswa Stikes Mega Rezky Makassar
Waktu                                       : 10 menit
Tujuan Umum                           : Ibu dapat mengerti tentang manfaat pemberian imunisasi
Tujuan Khusus                          : Setelah penyuluhan Ibu dapat :
1.      Pengertian Imunisasi
2.      Manfaat Imunisasi
3.      Jenis – jenis imunisasi
4.      Efek samping setelah pemberian imunisasi
5.      Jadwal pemberian imunisasi.
Pokok materi                           :
a.       Pengertian Imunisasi
b.      Manfaat imunisasi
c.       Jenis – jenis imunisasi
Mentode                                  : Ceramah dan tanya jawab
Media                                      : KMS
Evaluasi                                   : Lisan






Pembahasan Materi
IMUNISASI


A. Pengertian Imunisasi

Adalah suatu usaha yang memberikan kekebalan kepada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu.
Sedangkan vaksin adalah kuman atau racun kuman yang dimasukkan kedalam  tubuh bayi/ anak yang disebut antigen.
Didalam tubuh antigen akan bereaksi dengan antibody sehingga akan terjadi kekebalan. Ada juga vaksin dapat langsung menjadi racun terhadap kuman yang disebut antitoksin.
Ada 2 jenis kekebalan yang bekerja dalam tubuh anak :
1.      Kekebalan aktif
Adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh menolak suatu penyakit tertentu dimana prosesnya lambat tetapi dapat bertahan lama.
Kekebalan aktif dapat dibagi 2 jenis :
a.       Kekebalan aktif alamiah
Tubuh anak membuat kekebalan sendiri setelah sembuh dari penyakit. Misalnya : setelah sembuh/ menderita campak, tidak akan menderita campak kembali.
b.      Kekebalan aktif buatan
Kekebalan yang dibuat oleh tubuh setelah mendapat vaksin atau imunisasi.
2.      Kekebalan fasif
Adalah kekebalan yang diperoleh tubuh dari luar setelah memperoleh zat penolak, sehingga prosesnya cepat tetap tidak bertahan lama.
Kekebalan fasif dapat dibagi 2 jenis :
a.       Kekebalan fasif alamiah
Disebut juga kekebalan fasif bawaan yaitu kekebalan yang diperoleh dari bayi sejak lahir dari ibunya.
b.      Kekebalan fasif buatan
Kekebalan diperoleh setelah mendapat suntikan zat penolak misalnya vaksinasi ATS

B.     Manfaat Pemberian Imunisasi
1.      Menurunkan morbiditas dan mortalitas
2.      Menurunkan kecacatan
3.      Eradikasi (menurunkan penyakit tertentu dari suatu daerah)

C.    Jenis – jenis Imunisasi
Sesuai dengan pengembangan program imunisasi departemen kesehatan saat ini yang termasuk wajib adalah pencegahan terhadap 7 macam penyakit :
1.      BCG
Tujuan pemberian BCG adalah untuk membentuk kekebalan aktif terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Vaksin BCG berisi kuman hidup yang dilemahkan.
      Tuberculosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis, penyakit ini umumnya menular udara sehingga sebagian besar focus primer tuberculosis terdapat dalam paru – paru. Pada permulaan penyakit gejala yang timbul sangat sukar ditentukan, kadang terdapat keluhan demam yang tidak diketahui penyebabnya, dan sering ditandai tanda – tanda infeksi saluran nafas bagian atas sampapi radang paru – paru (batuk lebih dari 2 minggu, dahar campur darah). Akibat lanut berupa cacat pada tulang belakang, radang selaput otak yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. Penyakit ini tumbuh subur pada masyarakat yang miskin, kurang gizi da pada daerah yang penduduknya padat.
2.      POLIO
Tujuan pemberian vaksin polio adalah untuk mendapat kekebalan terhadap polio myelitis.
Penyebab penyakit ini adalah virus polio yang menyerang susunan saraf. Dapat menyebabkan kelumpuhan pada kaki, tangan, otot pernafasan dan otot untuk menelan. Walaupun anak akan sembuh tetapi akan cacat seumur hidup. Penularan polio melalui tinja, atau dapat pula melalui percikan ludah sewaktu batuk atau bicara. Penularan ini akan meluas pada daerah yang perumahannya sangat rapat dan daerah perumahannya sangat kotor.
3.      DPT
Tujuan pemberian vaksin DPT adalah memberikan kekebalan aktif pada penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Jadwal pemberiannya pada umur 2 – 11 bulan sebanyak 3 kali dengan interval 4 minggu. Efek sampingnya berupa demam ringan, pembengkakan dan rasa nyeri pada tempat penyuntikan selama 1-2 hari.
4.      Hepatitis B
Tujuan pemberian vaksin hepatitis untuk mencegah anak dari hepatitis B. virus hepatitis B adalah penyebab utama dari penyakit ini. Infeksi ini sering tidak disertai dengan gejala apapun, infeksi akut dengan gejala mual muntah, rasa sebah diperut, urine berwaran coklat, kulit dan selaput mata berwarna kuning. Masyarakat mengenalnya sebagai penyakit kuning atau penyakit lever.
Cara penularan hepatitis B :
a.       Penularan vertikal = Ibu keanak saat persalinan
b.      Penularan horizontal = dari pengidap (carier) keorang lain
c.       Modus penularan = melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh orang yang terinfeksi hepatitis B
Imunisasi hepatitis B ada 2 macam :
1.      Pasif, yaitu dengan pemberian antibody yang siap pakai (Hb Ig/ Hepatitis imunoglobulin). Di Indonesia biasanya diberikan pada bayi yang baru lahir dari Ibu yang mengidap Virus Hepatitis (Hbs Ag).
2.      Aktif yaitu memberikan zat antigen (Hbs Ag) yang dapat merangsang tubuh untuk bisa mengahasilkan zat kekebalan (Anti H).
5.      CAMPAK
Tujuan pemberian vaksin campak untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak.
      Campak atau morbili adalah penyakit yang disebabkan oleh virus morbili. Gejala awal penyakit ini berlangsung 4-5 hari disertai panas, batuk, lemah, mata berair sampai konjungtivitis. Beberapa hari kemudian muncul bercak – bercak merah dikulit biasanya mulai dari dahi, menyebab kemuka, tangan dan kaki.
       Penyakit ini sangat menular dan menyerang pada hampir semua bayi. Akibat lanjut penyakit ini yaitu radang mata, buta dan diare, radang paru-paru dan otak. Penyakit ini lebih sering menyerang anak yang kurang gizi, kematian biasanya karena radang paru – paru.

D.    Efek samping pemberian imunisasi
Setelah pemberian imunisasi biasanya akan timbul demam yang akan berhenti sendiri, jika demam terlalu tinggi dapat diberi obat penurun panas, tetapi tidak semua imunisasi dapat  menimbulkan demam. Demam yang akibat adanya reaksi tubuh terhadap antigen yang masuk sehingga membentuk antibody.


E.     Jadwal pemberian Imunisasi

UMUR BAYI
IMUNISASI YANG DIBERIKAN
0 – 1 bulan
BCG, POLIO I, HEPATITIS B 1
2 bulan
DPT I, POLIO II, HEPATITIS 2
3 bulan
DPT II, POLIO III, HEPATITIS 2
4 bulan
DPT III, POLIO IV, HEPATITIS 3
9 bulan
CAMPAK







Tidak ada komentar:

Posting Komentar