Visitor

Senin, 03 April 2017

SAP KELUARGA BERENCANA (ALAT KONTRASEPSI) PUSKESMAS KASSI-KASSI KEBIDANAN TERBARU

SATUAN ACARA PENYULUHAN
ALAT KONTRASEPSI


  1. Topik                           : Keluarga Berencana
  2. Sasaran                        : Ibu nifas dan wanita dalam usia reproduksi
  3. Tanggal                       : 27 November 2015
  4. Waktu                         : jam 08.30 - selesai
  5. tempat                         : PUKSESMAS KASSI-KASSI
  6. Tujuan :
a.       Tujuan Umum
Ibu menjadi akseptor KB
b.      Tujuan khusus
1.      Ibu mengetahui jenis-jenis kontrasepsi.
2.      Ibu mengetahui dan mengerti kegunaan dan efek samping dari masing-masing alat kontrasepsi.

  1. Pembimbing                :Bidan/Mahasiswa
  2. Metode                        : Ceramah dan diskusi
  3.  Daftar Pustaka           : Saifuddin A. B. 2000. “Buku Panduan Praktis PelayananKesehatan Maternal dan Neonatal”, YBP-SP Jakarta.



KONTRASEPSI UNTUK IBU MENYUSUI

            Metode keluarga berencana terdiri dari beberapa macam, hal ini disesuaikan dengan keluhan dan kondisi klien yang ingin memilikinya. Adapun macam-macam alat kontrasepsi untuk ibu menyusui adalah sebagai berikut
A.    Metode Amenorea Laktasi (MAL)
1.      kontrasepsi ini mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI)
2.      MAL sebagai kontrasepsi bila :
a)      Menyusui secara penuh (ASI Eksklusif)
b)      Belum haid
c)      Umur bayi kurang dari 6 bulan
3.      Efektif 6 bulan
4.      Harus dilanjutkan dengan metode kontrasepsi lain bila telah mendapatkan haid setelah persalinan
5.      tidak dianjurkan untuk wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam

B.     Metode Sederhana
Metode KB sederhana dapat dilakukan tanpa atau melalui alat / obat dan umumnya tidak mengganggu laktasi dan efek samping yang hampir tidak ada, terdiri dari :
1.      Tanpa alat / obat seperti Pantang Berkala.
2.      Dengan alat / obat seperti kondom, diafragma, jeli, krim, tissu, dan tablet busa. 

C.     Metode Efektif (kontrasepsi yang berisi progesti saja)
  1. Mini Pil :
a)      Kemasan berisi 28 tablet dengan dosis rendah.
b)      Diminum setiap malam pada waktu yang sama, mulai dari hari pertama sampai hari kelima haid.
c)      Sangat efektif pada masa laktasi dan tidak menurunkan produksi ASI.
d)     Efek samping utama adalah perdarahan bercak dan amenorea.

  1. Suntikan KB
a)      Disuntik setiap 3 bulan.
b)      Suntikan dimulai setiap saat selama siklus haid dan dipastikan tidak hamil.
c)      Sangat efektif untuk mencegah dalam jangka panjang.
d)     Dapat dipakai oleh semua wanita dalam usia reproduksi.
e)      Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI.
f)       Efek samping sering adalah perdarahan bercak dan amenorea.
g)      Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.

  1. Implan
a)      Efektif untuk 5 tahun (Nonplan) dan 3 tahun (Implanon).
b)      Dapat dimulai setiap saat selam siklus haid dan dipastikan tidak hamil.
c)      Sangat efektif untuk mencegah dalam jangka panjang.
d)     Dapat dipakai oleh semua wanita dalam usia reproduksi.
e)      Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI.
f)       Efek samping sering yang paling sering adalah perubahan pola haid

  1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
a)      Terbuat dari plastik yang dililit tembaga atau tembaga bercampur perak yang dapat berisi hormon progestin. Bentuknya bermacam-macam : seperti copper T, Lippes Loop, atau cut.
b)       Sangat efektif dan jangka waktu penggunaannya bisa sampai 10 tahun.
c)      Dapat dipakai oleh semua wanita dalam usia reproduksi.
d)     Waktu pemasangan setiap saat selama siklus haid.
e)      Tidak mempengaruhi kualitas dan produksi ASI.
f)       Efek samping sering adalah haid menjadi lebih lama dan lebih banyak.
g)      AKDR dapat terlepas sewaktu-waktu tanpa disadari oleh pemakainya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar